Jakarta – Memperingati Hari Pendidikan Nasional Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat gelar Seminar Pendidikan Karakter dan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Berbasis IT Rabu (2/5) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Umum MUI Kiai Ma`ruf Amin. Dalam sambutannya, Kiai Ma`ruf menekankan tiga fungsi dari MUI kepada peserta yang umumnya adalah para guru dan kepala sekolah: himaayatul ummah (menjaga dan melindungi ummat), ishlahul ummah (membangun dan menguatkan akidah ummat), dan ittihadul ummah (menyatukan ummat).
Sementara itu Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah mendukung upaya islahul ummah MUI dengan program arus baru ekonomi Indonesia. Menurutnya, program ini bertujuan sangat baik dalam meningkatkan perekonomian rakyat Indonesia.
“Fardhu ‘ain hukumnya bagi pemerintah mendukung program arus baru ekonomi yang diusung oleh MUI yang dapat melepaskan rakyat Indonesia dari cengkeraman kapitalisme,“ ujar Basarah.
Pihaknya juga mengkhawatirkan tingginya tingkat kepercayaan pemuda-pemudi generasi Z terhadap berita yang diterimanya via jejaring sosial, tanpa membandingkan dengan berita dari situs berbeda lainnya.
“Sebanyak 63% yakin akan suatu berita yang dishare di medsos, padahal berita itu perlu dicek ulang, “ kata Basarah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Sekjen Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Amirsyah Tambunan, menegaskan teknologi tidak hanya memiliki nilai positif, tetapi juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan viral yang negatif.
“Kecanggihan teknologi jika berada pada anak di bawah umur akan sangat berbahaya, pelajar SD tak seharusnya membawa dan diberikan smartphone. Karena itu orang tua dan guru perlu ikut aktif mengawasi anak-anak dan juga anak didiknya, “ katanya.
Gogot Suharwoto, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), menginfokan para peserta yang hampir seluruhnya adalah guru tersebut untuk ikut serta memanfaatkan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi informasi yang telah dikembangkan oleh pustekkom.
“Pustekkom telah mengembangkan beberapa media berbasis IT untuk memudahkan proses belajar siswa di kelas. Beberapa program yang dikembangkan oleh Pustekkom antara lain: TV Edukasi, Rumah Belajar, Portal Buku Sekolah Elektronik, Laboratorium Maya, Kelas Maya, dan Peta Budaya, katanya.
Dalam TV Edukasi, tambah Gogot, sudah ada berbagai tutorial pembelajaran melalui video yang dapat diakses oleh guru dan siswa. Selain itu, lanjutnya, Pustekkom juga mengembangkan sistem kelas virtual atau kelas maya, dimana guru dan siswa bisa saling berinteraksi jarak jauh namun layaknya dalam kelas.
“Selain kelas maya, ada juga laboratorium maya yang dapat memvisualkan praktek laboratorium secara langsung, misal untuk visualisasi fungsi kuadrat dalam diagram koordinat, “ tambah Gogot.
Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan pesan reflektif dalam peringatan Hardiknas untuk membangun pendidikan Indonesia yang kuat, maju, kompetitif, dan berkemampuan tinggi.
“Komitmen membangun pendidikan di Indonesia harus melahirkan manusia seutuhnya, “ ungkap Prof Sudarnoto.
Lebih lanjut, kata guru besar UIN Jakarta ini, tantangan para pendidik dan dunia pendidikan di Indonesia sangat kompleks. Pihaknya mengajak untuk menjadikan falsafah yang dianut bangsa Indonesia menjadi sumber moral, dan ideologis.
“Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus menjiwai seluruh pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun masyarakat, “ tambah Prof Sudarnoto.
Sejalan dengan itu, Kiai Wahfiudin Sakam menghimbau para pendidik untuk tidak membangun dan mengembangkan peserta didik dari segi materialistiknya saja, tapi harus mengisi hatinya.
“Kefahaman adalah pemberian dari Allah SWT, ajaklah anak didik kita untuk selalu connect dengan Allah SWT dengan melatih sensitifitas qalbu. Hal ini agar ketahanan spiritualnya tetap terjaga, “ tutup Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.
Dalam seminar tersebut membahas benerapa tema, yaitu Sosialisasi Empat Pilar oleh Ahmad Basarah, Disrupsi Era Digital oleh Gogot Suharwoto, Urgensi Penguatan Karakter Era Digital oleh Buya Anwar Abbas, Strategi Pendidikan Berbasis IT oleh Buya Amirsyah, Agenda Tantang Ke Depan oleh Tuti Mariani, dan Paradigma Pendidikan Islam oleh Kiai Wahfiudin Sakam. (ichwan/thobib)